HADAPI HIDUP INI APA ADANYA !

Serial Pencerahanan hati ( an-nafsu al-muthma’innah): Sumber : La Tahzan Karya Dr. Aidh al-Qarni edisi Indonesia.

HADAPI HIDUP INI APA ADANYA !

Kondisi dunia ini penuh kenikmatan, banyak pilihan, penuh rupa, dan banyak warna. Semua itu bercampur baur dengan kecemasan dan kesulitan hidup. Dan, Anda adalah bagian dari dunia yang berada dalam kesukaran.

Anda tidak akan pernah menjumpai seorang ayah, istri, kawan, sahabat, tempat tinggal, atau pekerjaan yang padanya tidak terdapat sesuatu yang menyulitkan. Bahkan, kadangkala justru pada setiap hal itu terdapat sesuatu yang buruk dan tidak Anda sukai. Maka dari itu, padamkanlah panasnya keburukan pada setiap hal itu dengan dinginnya kebaikan yang ada padanya. Itu kalau Anda mau selamat dengan adil dan bijaksana. Pasalnya, betapapun setiap luka ada harganya.

Allah menghendaki dunia ini sebagai tempat bertemunya dua hal yang saling berlawanan, dua jenis yang saling bertolak belakang, dua kubu yang saling berseberangan, dan dua pendapat yang saling berseberangan. Yakni, yang baik dengan yang buruk, kebaikan dengan kerusakan,kebahagiaan dengan kesediahan. Dan setelah itu, Allah akan mengumpulkan semua yang baik, kebagusan dan kebahagiaan itu di surga. Adapun yang buruk, kerusakan dan kesedihan akan dikumpulkan di neraka.” Dunia ini terlaknat, dan terlaknat semua yang ada didalamnya, kecuali dzikir kepada Allah dan semua yang berkaitan dengannya, seorang yang ‘alim dan seorang yang belajar,” begitu hadist berkata.
Maka, jalanilah hidup ini sesuai dengan kenyataan yang ada. Jangan larut dalam khayalan. Dan, jangan pernah menerawang ke alam imajinasi. Hadapi kehidupan ini apa adanya; kendalikan jiwa Anda untuk dapat menerima dan menikmatinya! Bagaimananpun, tidak mungkin semua teman tulus kepada Anda dan semua perkara sempurna dimata Anda. Sebab, ketulusan dan kesempurnaan itu ciri dan sifat kehidupan dunia.

Bahkan, istri Anda pun tak akan pernah sempurna dimata Anda, maka kata hadist, “Janganlah seorang mukmin mencela seorang mukminah(istrinya), sebab jika ia tidak suka pada salah satu kebiasaannya maka dia bisa menerima kebiasaannya yang lain ”

Adalah seyogyanya bila kita merapatkan barisan, menyatukan langkah, saling memaafkan dan berdamai kembali, mengambil hal-hal yang mudah kita lakukan, meninggalkan hal-hal yang menyulitkan, menutup mata dari beberapa hal untuk saat-saat tertentu, meluruskan langkah dan mengesampingkan berbagai hal yang menggganggu.

“Ataukah mereka dengki pada manusia atas apa yang Allah karunikan kepadanya?”

Serial Pencerahanan hati ( an-nafsu al-muthma’innah): Sumber : La Tahzan Karya Dr. Aidh al-Qarni edisi Indonesia.

“Ataukah mereka dengki pada manusia atas apa yang Allah karunikan kepadanya?”

Kedengkia (hasad) itu seperti makanan asin yang senantiasa merapuhkan tulang. Hasad itu juga seperti penyakit kronis yang selalu menggerogoti tubuh pelan-pelan hinga rusak dan membusuk. Ada ungkapan: “Tak ada yang menyenangkan dari seorang pendengki, karena ia akan selalu menjadi musuh dalam selimut”. Ada pula orang-orang yang berkata seperti ini: “Celaka benar seorang pendengki; memulai dengan persahabatan dan mengakiri dengan pembunuhan.”

Saya berusaha mencegah diri pribadi saya dan juga Anda agar tidak mengidap penyakit dengki. Ini merupakan wujud kasih sayang saya terhadap diri saya sendiri dan terhadap Anda sebelum dapat mencurahkan kasih sayang kepada orang lain. Bagaimananpun, dengan dengki terhadap orang lain, kita sama halnya dengan memberi makan kegalauan kepada daging-daging kita, memberi minum kegelisahan kepada darah kita, dan menebarkan rasa kantuk pelupuk mata kita kepada orang lain.

Seorang pendengki, ibarat orang yang menyalakan pemanggang roti, lalu setelah panas ia menceburkan dirinya sendiri ke dalam pemanggang itu.Keresahan, kecemasan dan kegelisahan hidup merupakan penyakit-penyakit yang dilahirkan oleh sifat dengki untuk mengakiri ketentraman, kesejahteraan, dan kebahagiaan hidup. Bencana besar yang menimpa seseorang pendengki adalah dikarenakan ia selalu melawan qadha’(ketentuan Allah), menuduh Allah tidak adil dalam kebijakan-Nya, melecehkan syariat, dan selalu menyeleweng dari ajaran-ajaran yang disampaikan oleh Rasulullah.

Sungguh, kedengkian itu merupakan penyakit yang tidak bakal mendatankan pahala, dan juga bukan cobaan yang akan mendatangkan balasan baik dari Allah bagi para pelakunya. Seorang pendengki akan selalu panas ketika melihat orang lain mendapatkan kenikmatan dan kelebihan. Dan itu akan berlanjut sampai ia mati, atau kadang sampai kenikmatan orang lain tadi sudah tidak ada lagi.

Semua orang boleh diajak bersahabat, kecuali seoran pendengki. Sebab, seorang pendengki akan selalu membawa kita agar menyepelekan nikmat-nikmat Allah, menanggalkan semua kepribadian baik kita, melepaskan ciri kehormatan kita, dan meninggalkan semua sejarah baik kita. Itulah hal-hal yang akan membuat seorang pendengki menerima—meski mungkin dengan berat hati—Anda sebagai sahabatnya. Akan tetapi, bukankah kita harus berlindung kepada Allah dari kejahatan seorang pendengki ketika mendengki? Brtapapun, seorang pendengki itu tetap seperti ular hitam berbisa yang tidak akan pernah diam sebelum menyemburkan bisanya pada tubuh yang tak berdosa.

Sungguh, saya peringatkan Anda agar jangan sekali-kali mencoba untuk memiliki rasa dengki. Berlindunglah kepada Allah agar tidak bergaul dengan seorang pendengki, karena Dia-lah yang selalu mengawasi Anda!

“DENGAN MENGINGAT ALLAH, HATI MENJADI TENANG”

Serial Pencerahanan hati ( an-nafsu al-muthma’innah): Sumber : La Tahzan Karya Dr. Aidh al-Qarni edisi Indonesia.

“DENGAN MENGINGAT ALLAH, HATI MENJADI TENANG”

Kejujuran itu kekasih Allah, Keterusterangan merupakan sabun pencuci hati. Pengalaman itu bukti. Dan seorang pemandu jalan tak akan membohongi rombongannya. Tidak ada satu pekerjaan yang lebih melegakan hati dan lebih agung pahalanya, selain berdzikir kepada Allah.

{ Karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku niscaya Aku ingat (pula) kepadamu.} (QS-Al-Baqarah: 152)

Berdzikir kepada Allah adalah surga Allah di bumi-Nya. Maka, siapa yang tak permah memasukinya, ia tidak akan dapat memasuki surga-Nya di akhirat kelak. Berdzikir kepada Allah merupakan penyelamat jiwa dari pelbagai kerisauan,kegundahan, kekesalan dan goncangan. Dan dzikir merupakan jalan pintas paling mudah untuk meraih kemenangan dan kebahagiaan hakiki. Untuk melihat faedah dan manfaat dzikir, coba perhatikan kembali beberapa pesan wahyu Ilahi. Dan cobalah mengamalkannya pada hari hari Anda, niscaya Anda akan mendapatkan kesembuhan.

Dengan berdzikir kepada Allah, awan ketakutan, kegalauan, kecemasan, dan kesedihan akan sirna, Bahkan, dengan berdzikir kepada-Nya segunung tumpukan beban kehidupan dan permasalahan hidup akan runtuh dengan sendirinya.

Tidak mengherankan bila orang-orang yang selalu mengingat Allah senantiasa bahagia dan tenteram hidupnya. Itulah yang memang seharusnya terjadi. Adapun yang sangat mengherankan adalah bagaimana orang-orang yang lalai dari berdzikir kepada Allah itu justru menyembah berhala-berhala dunia. Padahal,

{(Berhala-berhala) itu mati tidak hidup dan berhala-berhala itu tidak mengetahui bilakah penyembah-penyembahnya akan dibangkitkan.} (QS.An-Nahl: 21)

Wahai orang-orang yang mengeluh karena sulit tidur, yang menangis karena sakit, yang bersedih karena sebuah tragedi, dan yang berduka karena suatu musibah, sebutlah nama-Nya yang kudus! Betapun,

{Apakah kamu mengetahui ada seorang yang sama dengan Dia( yang patut disembah) ? } (QS, Maryam: 65)

Semakin banyak Anda mengingat Allah, pikiran Anda akan semakin terbuka, hati Anda semakin tenteram, jiwa Anda semakin bahagia, dan nurani Anda semakin damai sentausa. Itu, karena dalam mengingat Allah terkandung nilai-nilai ketawakalan kepada-Nya, keyakinan penuh kepada-Nya, ketergantungan diri hanya kepada-Nya, kepasrahan kepada-Nya, berbaik sangka kepada-Nya, dan pengharapan kebahagiaan dari-Nya.
Dia senantiasa dekat ketika si hamba berdoa kepada-Nya, senantiasa mendengar ketika diminta, dan senantiasa mengabulkan jika dimohon. Rendahkan dan tundukkan diri Anda ke hadapan-Nya, lalu sebutlah secara berulang-ulang nama-Nya yang indah dan penuh berkah itu dengan lidah Anda sebagai pengejawantahan dari ketauhidkan, pujian, doa, permohonan da permintaan ampunan Anda kepada-Nya.

Dengan begitu, niscaya Anda– berkat kekuatan dan pertolongan dari-Nya—akan mendapatkan kebahagiaan, ketentraman, ketenangan, cahaya penerang dan kegembiraa. Dan,

{ Karena itu, Allah memberikan kepada mereka pahala didunia, dan pahala yang  baik di akhirat.} (QS. Ali Imran: 148)

AMBIL MADUNYA, TAPI JANGAN HANCURKAN SARANGNYA !

Serial Pencerahanan hati ( an-nafsu al-muthma’innah): Sumber : La Tahzan Karya Dr. Aidh al-Qarni edisi Indonesia.

AMBIL MADUNYA, TAPI JANGAN HANCURKAN SARANGNYA !
Di mananpun kelembutan itu berada, ia akan menghiasi tempat itu.
Demikian halnya bila ia dicabut dari suatu tempat, ia akan mengotorinya. Kelembutan tutur kata, senyman tulus di bibir, dan sapaan sapaan hangat yang terpuji saat bersua merupakan hiasan-hiasan yang selalu dikenakan oleh orang-orang mulia.

Semua itu merupakan sifat seorang mukmin yang akan menjadikannya seperti seekor lebah; makan dari makanan yang baik dan menghasilkan madu yang baik. Dan bila hinggap pada setankai bunga, ia tidak pernah merusaknya. Semua itu terjadi karena Allah menganugerahkan pada kelembutan sesuatu yang tidak Dia berikan kepada kekerasan.

Diantara manusia terdapat orang-orang ‘istimewa” yang membuat banyak kepala tunduk hormat menyambut kedatangannya, banyak masa berjubel ingin melihat mukanya, banyak hati bersimpati padanya dan banyak jiwa memujanya. Dan mereka itu tak lain orang-orang yang banyak dicintai dan dibicarakan manusia dikarenakan kedermawanan dan kelobaannya, kejujurannya dalam berjual beli, dan keramahan dan sopan santunnya dalam bergaul.

Mencari banyak teman merupakan tuntutan dalam hidup yang selalu dicontohkan oleh orang-orang terhormat dikarenakan akhlak dan perilakunya yang terpuji. Mereka itulah orang-orang yang selalu berada di tengah-tengah kerumunan manusia dengan senyum yang merekah, keramahan yang menentramkan dan sopan santun yang menyejukkan. Dan karena itu, mereka selalu ditanyakan dan didoakan ketika tak terlihat.

Orang-orang yang bahagia memiliki tuntunan akhlak yang secara garis besar tercakup adalam slogan:

{Tolaklah(kejahatan itu) dengan cara yan lebih baik, maka tiba-tiba orang yang antaramu dan antara dia ada permusuhan seolah-olah telah menjadi teman yang sangat setia}.
(QS.Fushshilat: 34)

Begitulah, mereka dapat memupuskan rasa dengki  dengan emosi yang terkendali,kesabaran yang menyejukkan, dan kemudahan memaafkan yang menentramkan. Mereka adalah orang-orang yang mudah melupakan kejahatan dan menginat kebaikan orang lain. Karena itu, tatkala kata-kata kotor dan keji terlontar untuk mereka, telinga mereka tidak pernah memerah dibuatnya. Bahkan mereka memandang kata-kata itu sebagai angin lalu yang tak akan pernah kembali.

Mereka itulah orang-orang yang selalu berada dalam kedamaian, orang-orang yang berada disekitar mereka merasa aman, dan kaum muslimin yang bersama mereka pun merasa tenteram.

” Orang muslim adalah orang yang jika orang muslim lainnya tidak merasa terganggu oleh lisan dan tangannya. Sedangkan orang mukmin adalah orang yang membuat orang lain merasa aman terhadap darah dan hartanya”(Al-Hadits),

“Sesungguhnya Allah memerintahkanku untuk menyambung tali silaturahmi pada orang yang memutuskan silaturahmi denganku. Aku diperintahkan untuk mengampuni orang yan berlaku zalim terhadapku dan memberi kepada orang-orang yang tidak pernah memberi kepadaku.” (Al-Hadits)

{Dan, orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan).} (QS. Ali ‘Imran : 134)

Sampaikan kabar gembira kepada mereka bahwa balasan Allah atas keteduhan, ketentraman dan kedamaian mereka dalah disegerakan.

Sampaikan pula sebuah kabar gembira kepada mereka bahwa mereka juga akan mendapatkan balasan besar di akhirat berupa surga-surga dan sungai sungai yang indah di sisi Rabb mereka kelak. Yakni, { Di tempat yang disenangi di sisi Rabb Yang Berkuasa.} (QS. Al-Qamar: 55)

Iman adalah Kehidupan

Serial Pencerahanan hati ( an-nafsu al-muthma’innah): Sumber : La Tahzan Karya Dr. Aidh al-Qarni edisi Indonesia.

Iman adalah Kehidupan

Orang-orang yang sesungguhnya paling sengsara adalah mereka yang miskin iman dan yang mengalami krisis keyakinan. Mereka ini selamanya akan berada dalam kesengsaraan, kepedihan, kemurkaan, dan kehinaan.

{Dan, barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sesunggunya baginya penghidupan yang sempit. } (QS. Thaha: 124)

Tak ada sesuatu yang dapat mebahagiakanan jiwa, membersihkannya, mensucikannya, membuatnya bahagia dan mengusir kegundahan darinya, selain keimanan yang benar kepada Allah s.w.t., Rabb semesta alam.

Singkatnya, kehidupan terasa hambar tanpa iman.

Dalam pandangan para pembangkang Allah yan sama sekali tidak beriman, cara terbaik untuk menenangkan jiwa adalah dengan bunuh diri. Menurut mereka,dengan bunuh diri orang akan terbebas dari segala tekanan, kegelapan dan bencana dalam hidupnya. Betapa malangnya hidup yang miskin iman ! Dan betapa pedihnya siksa dan azab yang akan dirasakan oleh orang-orang yang menyimpang dari tuntunan Allah di akherat kelak!

{ Dan, (begitu pula) Kami memalingkan hati dan penglihatan mereka seperti mereka belum pernah beriman kepadanya(al-Quran) permulaanya dan Kami biarkan mereka bergelimang dalam kesesatannnya yang sangat sesat ( QS.Al-An’am: 110)

Kini sudah saatnya dunia menerima dengan tulus ikhlas dan beriman dengan sesunguhnya bahwa “tidak ada Ilah selain Allah” Betapapun, pengalaman dan uji coba manusia sepanjang sejarah kehidupan dunia ini dari abad keabad telah mebuktikan banyak hal;

menyadarkan akal bahwa berhala-berhala itu takhayul belaka, kekafiran itu sumber petaka, pembangkangan itu dosta, para rasul itu benar adanya, dan Allah benar-benar Sang Pemilik kerajaan bumi dan langit—segala puji bagi Allah dan Dia sungguh-sungguh Maha Kuasa atas segala sesuatu.

Seberapa besar—kuat atau lemah, hangat atau dingin—iman Anda, maka sebatas itu pula kebahagiaan,ketentraman, kedamaian dan ketenangan Anda.

{ Barangsiapa mengerjakan amal salih, baik laki-laki maupun perempuan  dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik, dan sesungguhnya akan kami berikan balasan kepada mereka pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan} (QS. An-Nahl: 97).

Maksud kehidupan yang baik(hayatan thayyibah) dalam ayat ini adalah ketenangan jiwa mereka dikarenakan janji baik Rabb mereka, keteguhan hati mereka dalam mencintai Dzat yang menciptakan mereka, kesucian nurani mereka  dari unsur-unsur penyimpanagan iman, ketenangan mereka dalam menghadapi setiap kenyataan hidup, kerelaan hati mereka dalam menerima dan menjalani ketentuan Allah, dan keikhlasan mereka dalam menerima takdir. Dan itu semua adalah karena mereka benar-benar yakin dan tulus menerima bahwa Allah adalah Rabb mereka, Islam agama mereka, dan Muhammad adalah nabi dan rasul yang diutus Allah untuk mereka.

Ganti itu dari Allah

Serial Pencerahanan hati ( an-nafsu al-muthma’innah): Sumber : La Tahzan Karya Dr. Aidh al-Qarni edisi Indonesia.

Ganti itu dari Allah

Allah tidak pernah mencabut sesuatu dari Anda, kecuali Dia menggantinya dengan yang lebih baik. Tetapi itu terjadi apabila Anda bersabar dan tetap ridha dengan segala ketetapan-Nya.

“Barangsiapa Kuambil dua kekasihnya(matanya) tetap bersabar, maka Aku akan mengganti kedua (mata) nya itu dengan surga ” (Al-Hadits) dan

“Barangsiapa Kuambil orang yang dicintainya didunia tetap mengharapkan ridha(Ku), niscaya Aku akan menggantinya dengan surga.” (Al-Hadits)

Yakni, barangsiapa kehilangan anaknya tetap berusaha untuk bersabar, maka di alam keabadian kelak alan dibangunkankan untuknya sebuah Baitul Hamd(Istana Pujaan).

Maka, Anda tak usah terlalu bersedih dengan musibah yang menimpa Anda, sebab yang menentukan semua itu adalah Dzat yang memiliki surga, balasan, pengganti, dan ganjaran yang besar.

Para waliyullah yang pernah ditimpa musibah, ujian dan cobaan akan mendapatkan penghormatan yang agung disurga Firdaus. Itu tersirat dalam firman-Nya,

{ Selamat atasmu karena kesabaranmu. Maka, alangkah baiknya tempat kesudahan itu} (QS. Ar-Ra’d:24).

Betapapun, kita harus selalu melihat dan yakin bahwa dibalik musibah terdapat ganti dan balasan dari Allah yang akan selalu berujung pada kebaikan kita. Denan begitu, kita akan termasuk,

{Mereka itulah yang mendapat keberkatan yang sempurna dan Rahmat dari Rabb mereka, dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk.} (QS.Al-Baqarah:157)

Ini merupakan ucapan selamat bagi orang-orang yang mendapat musibah dan kabar gembira bagi orang-orang yang mendapat bencana.

Umur dunia ini sangat pendek dan gudang kenikmatannya pun sangat miskin. Adapun akhirat, lebih baik dan kekal. Sehinga ,barangsiapa di dunia mendapat musibah, ia akan mendapat kesenangan di akhirat kelak, dan barangsiapa hidup sengsara di dunia ia akan hidup bahagia di akhirat. Lain halnya dengan mereka yang memang lebih mencintai dunia, hanya mendambakan kenikmatan dunia saja, dan lebih senang pada keindahan dunia. Hati mereka akan selalu gundah gulana, cemas tidak mendapatkan kenikmatan dunia, dan takut tidak nyaman hidupnnya di dunia. Mereka ini hanya menginginkan kenikmatan dunia saja, sehingga mereka selalu memandang musibah sebagai petaka besar yang mematian. Mereka juga akan memandang setiap cobaan sebagai sesuatu yang gelap gulita selamanya. Ini adalah karena mereka selalu memandang kearah bawah telapan kakinya dan hanya mengagungkan dunia yang sangat fana dan tak berharga ini.

Wahai orang-orang yang tertimpa musibah, sesunguhnya tak ada sesuatu pun yang hilang dari kalian. Kalian justru beruntung, karena Allah selalu menurunkan sesuatu kepada para hamba-nya dengan “surat ketetapan” yang disela-sela huruf kalimatnya terdapat suatu kelembutan, empati, pahala, ada balasan, dan juga pilihan. Maka dari itu, siapa saja yang tertimpa musibah yang hebat, ia harus menghadapinya dengan sabar, mata yang jernih, dan pola pikir yang panjang. Dengan begitu, ia akan menyaksikan bahwa buah manis dari musibah itu adalah :

{Lalu, diadakan diantara mereka dinding yang mempunyai pintu. Di sebelah dalamnya ada rahmat dan di sebelah luarnya dari situ ada siksa. } (QS.Al-Hadid:13)

Dan sesungguhnya apa yang ada disisi Allah itu lebih baik, lebih abadi, lebih utama dan lebih mulia.

Semoga Rumahmu Membuat Bahagia

Serial Pencerahanan hati ( an-nafsu al-muthma’innah): Sumber : La Tahzan Karya Dr. Aidh al-Qarni edisi Indonesia.

Semoga Rumahmu Membuat Bahagia

Mengasingkan diri yang diajarkan syariat dan sunah Rasul adalah menjauhkan diri dari kejahatan dan pelakunya, orang-orang yang banyak waktu kosongnya, orang-orang yang lalai, dan orang-orang yang senang membuat huru-hara. Dengan begitu, jiwa Anda kan selalu terkendali, hati menjadi tenang dan , pikiran selalu jernih, dan Anda kan merasa leluasa dan bahagia berada ditaman-taman ilmu pengetahuan.

Mengasingkan diri (uzlah) dari semua hal yang melalaikan manusia dari kebaikan dan ketaatan merupakan obat yang sudah diuji coba dan dibuktikan kemujarabannnya oleh para ahli pengobatan hati. Banyak cara untuk menjauhkan diri dari kejahatan dan permaianan yang sia-sia. Diantaanya adalah; mengisi waktu denga menyuntikkan wawasan baru ke dalam akal pikiran, menjalankan semua hal yang sesuai dengan kaidah “takut kepada Allah”, dan juga menghadiri majelis-majelis pertaubatan dan dzikir. Betapapun, perkumpulan atau majels yang terpuji dan patut dikunjungi adalah yang digunakan untuk menjalankan sholat berjamaah, menuntut dan mengajarkan ilmu, atau untuk saling membantu dalam kebaikan. Maka dari itu, hindarilah majelis-mejelis yang tidak jelas tujuannya dan tidak pula berguna! Jaga kesucian kulit Anda, tangisilah kesalahan Anda dan jagalah lidah ! Semoga, dengan itu rumah Anda dapat membahagiakan hati Anda.

Pergaulan bebas antara laki-laki dan perempuan merupakan serangan mematikan bagi jiwa dan ancaman yang membahayakan keamanan dan kedamaian diri Anda.
Pasalnya,melakukan hal itu berarti Anda telah bergaul dengan setan-setan pembisik desas-desus,penebar kabar bohong, peramal petaka dan bencana. Dan itu, akan membuat Anda mati tujuh kali dalam sehari sebelum Anda benar-benar mati. Maka,

{Jika mereka berangkat bersama-sama kamu, niscaya mereka tidak menambah kamu selain dari kerusakan belaka.} (QS. At-Taubah: 47)

Atas dasar itu, harapan saya adalah supaya Anda menjalani bagaimanapun kondisi Anda, tetap menyendiri di’kamar’ Anda dan hanya keluar untuk berkata atau berbuat baik saja. Pada saat seperti iu hati Anda akan benar-benar menjadi milik Anda, sehingga waktu dan umur Anda selamat dari kesia-siaan, lindah Anda terhidar dari menggunjing (ghibah), hati Anda bersih dari kerisauan, telinga Anda terjauhkan dari ucapaan kotor, dan jiwa Anda bebas dari berburuk sangka. Barangsiapa mencoba sesuatu, niscaya akan mengetahuinya. Barangsiapa membiarkan dirinya hanyut dalam gumpalan kasak-kusuk dan terseret kedalam komunitas orang-orang yang tidak berilmu, serta senang berbuat yang sia-sia, maka katakanlah kepadanya; Selamat Tinggal!

Siapakah yang Memperkenanankan Doa Orang yang Kesulitan Apabila Ia Berdoa ?

Serial Pencerahanan hati ( an-nafsu al-muthma’innah): Sumber : La Tahzan Karya Dr. Aidh al-Qarni edisi Indonesia.

Siapakah yang Memperkenanankan Doa Orang yang Kesulitan Apabila Ia Berdoa ?

Siapakah yang berhak menjadi tempat mengadu orang-orang yang dilanda kegelisahan, kesempitan, kesulitan dan Kesedihan ? Siapakah yang layak menjadi tempat bergantung, memohon, meminta dan meratap semua mahluk ? Siapakah yang berhak menjadi gantungan hati dan selalu diucapkan oleh lidah manusia ? Tak lain, adalah hanya Allah yang tiada Ilah selain Dia.

Bagiku dan juga Anda, adalah suatu kewajiban untuk berdoa dan meminta kepada-Nya dalam keadaan lapang maupun sempit, dalam keadaan mudah maupun ketika sulit. Kita harus menumpahkan semua permasalahan ke haribaan-Nya dan kita juga tetap harus bertawasul kepada-Nya, meski dalam keterjepitan seperti apapun. Kita harus duduk bersimpuh di depan pintu gerbang-Nya sambil memohon, mengangis merendahkan diri dan meminta ampunan-Nya Dan kemudian tunggulah ! Karena pada saatnya nanti akan datang pertolongan, ma’unah(uluran), bantuan dan kemudahan yang bersumber dari-Nya.

{ Atau, siapakah yang memperkenankan(doa) orang yang dalam kesulitan apabila ia berdoa kepada-Nya.} (QS. An-Naml:62)

Jawabannya adalah Allah-lah yang menyelamatkan orang yang tenggelam, memberi jalan keluar orang-orang yang mengalami kesulitan,menolong orang yang dizalimi, memberi petunjuk orang yang sesat, menyembuhkan orang yang sakit, dan meringankan beban orang yang mendapat cobaan.

{Maka apabila mereka naik kapal, mereka berdoa kepada Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya.} (QS.Al-’Ankabut:65)

Di sini, saya tidak akan memaparkan doa-doa pengusir rasa duka,gundah dan sedih. Bagaimanapun, sebaiknya Anda memperlajari sendiri kalimat-kalimat doa yang indah dalam kitab-kitab hadist. Setelah itu ,mengadulah, merataplah, berdoa dan memohonlah kepada-Nya. Dan bila Anda sudah berhasil menemukan-Nya, berarti Anda sudah mendapatkan segalanya. Akan tetapi, jika Anda kehilangan iman ke kepada-Nya, niscaya Anda sudah kehilangan segalanya.

Doa Anda kepada Rabb terhitung sebagai wujud lain dari ibadah, Juga sebagai bukti ketaatan besar yang akan mendatangkan suatu pemberian lebih dari apa yang Anda minta. Maka itu, seorang hamba yang benar-benar mengetahui hakekat berdoa kepada Allah, niscaya ia tak akan pernah resah, gundah. dan kacau pikirannya.

Semua tali akan mengerut kecuali tali-Nya, dan semua pintu akan tertutup kecuali pintu-Nya. Allah Maha Dekat, Maha Mendengar, dan Maha Menjawab.Dia mengabulkan doa setiap orang yang berada dalam kesulitan. Dia memerintahkan Anda- Karena Anda manusia yang selalu membutuhkan dan lemah, dan Dia Maha Kaya, Maha Kuat, Maha Tunggal dan Maha Terpuji- agar senantiasa berdoa. Dia berkata, {Berdoalah kamu kepada-Ku noscaya akan Kupernenakan bagimu.} (QS. Al-Mukminun:60).

Ketika musibah dan bencana datang silih berganti menimpa Anda, berdzikirlah kepada-Nya, sebutlah nama-Nya, mohonlah pertolongan-Nya, dan mintalah jalan keluar dari-Nya! Tundukan wajah untuk mengkuduskan nama-Nya demi mendapatkan mahkota kemerdekaan dari-Nya. Lekatkan hidung pada tempat Anda bersujud kepada-Nya agar Anda mendapatkan keselamatan. Angkat kedua tangan Anda, buka kedua telapan tangan Anda, perbanyak memohon kepada-Nya, jangan pernah bosan meminta kepada-Nya, dan jangan pernah berpaling dari depan pintu-Nya. Harapkanlah kelembutan kasih sayang dari-Nya, nantikan pertolongan-Nya, nyaringkanlah suara Anda tatkala menyebut nama-Nya, dan selalu berbaik sangkalah kepada-Nya. Curahkan seluruh waktu Anda untuk-Nya dan beribadalah kepada-Nya dengan tekun agar Anda mendapatkan kebahagiaan dan kemenangan.

JADIKAN BUAH LEMON ITU MINUMAN YANG MANIS !

Serial Pencerahanan hati ( an-nafsu al-muthma’innah): Sumber : La Tahzan Karya Dr. Aidh al-Qarni edisi Indonesia.

JADIKAN BUAH LEMON ITU MINUMAN YANG MANIS !

Orang cerdik akan berusaha merubah kerugian menjadi keuntungan. Sedangkan orang bodoh akan membuat suatu musibah menjadi bertumpuk dan berlipat ganda.

Ketika Rasulullah s.a.w. diusir dari Makah, beliau memutuskan untuk menetap di Madnah dan kemudian berhasil membangunnya menjadi sebuah negara yang sangat akrab ditelinga dan mata sejarah.

Akhmad bin Hanbal pernah dipenjara dan dihukum dera, tetapi karenanya pula ia kemudian menjadi imam salah satu madzab. Ibnu Taimiyyah pernah dipenjara, tetapi justru dipenjara itulah ia banyak melahirkan karya. As-Sarakhsi pernah dikurung didasar sumur selama bertahun-tahun, tetapi ditempat itulah ia berhasil mengarang buku sebanyak 20 puluh jilid. Ketika Ibnul-Atsir dipecat dari jabatannya, ia berhasil menyelesaikan karya besarnya yang berjudul Jami’ul Ushul dan an-Nihayah, salah satu buku paling terkenal dalam hadits. Demikian halnya dengan Ibnul-Jawzy, ia pernah diasingkan dari Bagdad, dan karena itu ia mengusahi   qiraah sab’ah. Malik ibn ar-Raib adalah penderita suatu penyakit yang mematikan, namun ia mampu melahirkan syair-syair yang sangat indah dan tak kalah dengan karya-karya para penyair besar  zaman Abbasiyah. Lalu ketika semua anak Abi Dzuaib al-Hudzali mati meninggalkannya seorang diri, ia justru mampu menciptakan nyanyian-nyanyian puitis yang mampu membekam mulut zaman, membuat setiap pendengarnya tersihir, memaksa sejarah untuk selalu bertepuk tangan saat mendengarnya kembali.

Begitulah, ketika tertimpa suatu musibah, Anda harus melihat sisi yang paling terang darinya. Ketika sesorang memberi  Anda segelas air lemon, Anda perlu menambah sesendok gula kedalamnya. Ketika mendapat hadiah seekor ular dari orang, ambil saja kulitnya yang mahal dan tinggalkan bagian tubuhnya yang lain. Ketika disengat kala jengking, ketahuilah bahwa sengatan itu sebenarnya memberikan kekebalan pada tubuh Anda dari bahaya bisa ular.

Kendalikan diri Anda dalam berbagai kesulitan yang Anda hadapi !
Dengan begitu, Anda kan dapat mempersembahkan bunga mawar dan melati yang harum kepada kami. Dan { Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bakimu.} (QS.Al-Baqarah: 216)

Sebelum terjadi revolusi besar di Perancis, konon negara itu pernah memenjara dua sastrawan terkenalnya. Salah seorang dari keduanya sangat optimitis dan yang seorang lagi pesimistis bahwa revolusi dan perubahan akan segera terjadi. Setiap hari keduanya melongokkan kepala melalui sela-sela ieruji penjara. Hanya saja sang sastrawan yang optimistis selalu memandang keatas dan melihat bintang-bintang yang gemerlap dilangit. Dan karena itu ia selalu tersenyum cerah. Adapun sastrawan yang pesimistis , ia selalu melihat kebawah dan hanya melihat tanah hitam dedepan penjara, dan kemudian menagis sedih.

Begitulah, sebaiknya Anda selalu melihat sisi lain dari kesedihan itu. Sebab, belum tentu semuanya menyedihkan, pasti ada kebaikan, secercah harapan, jalan keluar serta pahala.

Bersama Kesulitan Ada Kemudahan

Serial Pencerahanan hati ( an-nafsu al-muthma’innah): Sumber : La Tahzan Karya Dr. Aidh al-Qarni edisi Indonesia.

Bersama Kesulitan Ada Kemudahan
Wahai manusia, setelah lapar ada kenyang, setelah haus ada kepuasan, setela begadang ada tidur pulas, dan setelah sakit ada kesembuhan. Setiap yang hilang pasti ketemu, dalam kesesatan akan ada petunjuk, dalam kesulitan ada kemudahan, dan setiap kegelapan akan terang benderang.

{Mudah-mudahan Allah akan mendatangkan kemenangan( kepada Rasul-Nya) atau sesuatu keputusan dari sisi-Nya.} (QS. Al-Ma’idah: 52)

Sampaikan kabar gembira kepada malam hari bahwa sang fajar pasti datang mengusinya dari puncak-puncak gunung dan dasar-dasar lembah, Kabarkan juga kepada orang yang dilanda kesusahan bahwa pertolongan akan datang secepat kelebatan cahaya dan kedipan mata. Kabarkan juga kepada orang yang ditindas bahwa kelembutan dan dekapan hangat akan segera tiba.

Saat Anda melihat hamparan padang sahara yang seolah memanjang tanpa batas, ketahuilah bahwa dibalik kejauhan itu terdapat kebun yang rimbun penuh hijau dedaunan.

Ketika Anda melihat seutas tali meregang kencang, ketahuilah bahwa tali itu akan segera putus.

Stiap tangisan akan berujung dengan senyuman, ketakutan akan berakhir dengan rasa aman, dan kegelisahan akan sirna oleh kedamaian.

Kobaran api tidak mampu membakar tubuh Nabi Ibrahim. a.s. Dan itu, karena pertolongan Ilahi membuka “jendela” seraya berkata :

{ Hai api menjadi dinginlah dan menjadi keselamatanlah bagi Ibrahim } (QS. Al-Anbiya: 69)

Lautan luas tak kuasa menenggelamkan Kalimur Rahman (Musa.a.s.). Itu, tak lain karena suara agung kala itu telah bertitah,

{Sekali-kali tidak akan tersusul. Sesungguhnya, Rabb-ku besertaku, kelak Dia akan memeberi putunjuk kepadaku}
(QS. Asy-Syu’ara : 62 )

Ketika bersembunyi dari kejaran kaum kafir dalam sebuah gua, Nabi Muhammad SAW yang ma’shum mengabarkan kepada Abu Bakar bahwa Allah yang Maha Tunggal dan Maha Tinggi ada bersama mereka. Sehingga rasa aman, tenteram dan tenang pun datang menyelimuti Abu Bakar.

Mereka yang terpaku pada waktu yang terbatas dan pada kondisi yang (mungkin) sangat kelam, umumnya hanya akan merasakan kesusahan, kesengsaraan dan keputusasaan dalam hidup mereka, Itu, karena mereka hanya menatap dinding-dinding kamar dan pintu-pintu rumah mereka. Padahal mereka seharusnya menembuskan pandangan sampai kebelakang tabir dan berpikir lebih jauh tentang hal-hal yang berada diluar pagar rumahnya.

Maka dari itu, jangan pernah merasa terhimpit sejengkalpun, karena setiap keadaan pasti berubah. Dan sebaik-baik ibadah adalah menanti kemudahan dengan sabar. Betapapun hari demi hari akan terus bergulir, tahun demi tahun akan selalu berganti, malam demi malam pun datang silih berganti. Meski demikian,  yang gaib akan tetap tersembunyi, dan Sang Maha Bijaksana tetap pada keadaan dan segala sifat-Nya. Dan Allah mungkin akan menciptakan sesuatu yang baru setelah itu semua. Tetapi sesungguhnya, setelah kesulitan itu tetap akan muncul

Powered by WordPress | Free T-Mobile phones at BestInCellPhones.com. | Thanks to Verizon Wireless, Facebook Games and The diet solution