Belajar Bahasa Inggris

METODE INGGRIS

METODE INGGRIS adalah sebuah lembaga Pendidikan On Line yang didirikan untuk membantu dan memudahkan masyarakat dalam memenuhi kebutuhannya dalam belajar Bahasa Inggris. Kita tahu semua bahwa kita sudah belajar bahasa Inggris sejak SD-SMP-SMA bahkan Perguruan Tinggi, tetapi masih juga diantara kita  belum paham betul dasar-dasar bahasa Inggris, menurut hemat kami ada yang salah dalam pembelajaran  Bahasa Inggris kita.

Maka Metode Inggris hadir bermasud memberikan solusi dalam pembelajaran Bahasa Inggris, dengan system yang lebih simple, mudah, praktis dan tidak perlu keluar rumah, karena Metode Inggris hadir dengan versi Belajar On Line, cukup Anda klik website kami di http://MetodeInggris.commaka kami akan memberikan solusi dalam Anda belajar bahasa Inggris. Kami menggunakan metode khusus versi Indonesia, yang kami susun sendiri dan sudah teruji serta sudah kami praktekkan secara off line dengan siswa-sisa kami di Bimbingan Belajar Terbesar dan Terpercaya di Indonesia selama puluhan tahun, dan tentu saja kami sangat berbeda dari metode pangajaran Bahasa Inggris yang digunakan selama ini.

Melihat antusiasme para pelajar yang begitu besar terhadap materi dan cara pengajaran kami, akhirnya kami menampilkannya secara online agar bisa digunakan secara luas di seluruh wilayah Indonesia. Obsesi kami adalah menyediakan alternatif cara pengajaran Bahasa Inggris yang mudah, murah, serta tidak terikat tempat dan waktu; sehingga nantinya semua orang Indonesia dapat belajar Bahasa Inggris dalam waktu yang singkat.

Dengan menguasai Bahasa Inggris, kami berharap bangsa kita mampu bersaing dalam era global dan digital yang semakin marak  saat  ini.

Question and Answer

Kabar baik untuk anda yang selama ini belum bisa bahasa Inggris. Dengan metode yang akan kami paparkan berikut ini anda bisa belejar bahasa Inggris secara mandiri. Kalau selama ini anda belum bisa berbahasa Inggris, itu lebih dominan disebabkan anda belum mengetahui metode memulai dan memperlancarnya.Anda pasti ingat urut-urutan peristiwa pertama kali belajar bersepeda, motor, atau setir mobil.Di awal-awal anda harus melakukan hal-hal yang sepele menurut orang yang sudah mahir. Tapi anda yakin dan percaya bahwa mereka yang sudah mahir itu di awal-awal belajar pastilah melalui hal-hal yang sederhana.Jadi, tekuni, pahami,lakukan terus-menerus hal-hal yang sepele itu, karena dia merupakan fondasi yang kokoh untuk sebuah bangunan bahasa yang sempurna. Kami akan menuntun untuk memulai dan kemudian secara mandiri anda harus melakukan latihan rutin. Perlu diketahui bahwa metode yang akan anda ikuti adalah pengalaman pribadi penyusun dan sudah di aplikasikan kepada siswa sejak tahun 1985, di sekolah sebagai guru maupun tentor di sebuah bimbingan belajar ternama dan terbesar di Indonesia di tempat kami mengajar.Bahasa Inggris yang akan kita pelajari adalah bahasa ilmiah,bukan bahasa pasaran. Sehingga sejak awal anda diperkenalkan dengan  tata bahasa yang benar .Ingat , mulailah belajar Bahasa Inggris dengan tata bahasa yang benar sejak awal dan “ perhatikan apa yang terjadi “

Berikut ini paparan isi metode yang anda harus pelajari dengan disiplin yang kuat.Dalam artian anda harus melakukannya terus menerus disetiap kesempatan yang ada. Tapi ingat anda harus melakukannya dengan releks/santai sesantai-santainya. Kalau perlu sambil bernyanyi, bergurau, berekting atau berjoget.Atau anda dapat melakukannya di depan cermin.

Yang penting disadari dalam belajar!!!

Seperti diketahui bahwa IQ manusia terbagi atas Ginius, Rata-rata –dan Idiot. Kebanyakan dari kita adalah “ Rata-rata “. Jangan lupa bahwa “ Rata-rata “ terbagi atas “ Rata-rata “atas” , “tengah” dan “bawah”.

Kita tidak perlu bahas posisi IQ kita, tapi sepengetahuan dan pengalaman saya sebagai pengajar  ciri orang ‘rata-rata ‘ adalah sebagai berikut :

  1. Diterangkan sekali ( 1 X ) belum pasti Paham. Jadi, orang rata-rata harus diterangkan berkali-kali sampai “paham “. Jangan berhenti sebelum paham.
  2. Membaca sekali ( 1 X ) belum pasti “paham” juga. Sehingga kita harus baca berkali-kali dengan konsentrasi penuh.
  3. Mudah Lupa!. Agar tidak lupa kita harus mengulang-ulang sampai benar-benar terekam dengan sempurna dalam memori kita. Cara mengetahui pemahaman kita yang sudah mendalam adalah dengan mengerjakan latihan atau ujian. Sedangkan cara mengetahui apakah kita sudah lancar berbicara adalah berani berkomunikasi dengan orang lain dong. Dengan banyak berbahasa Inggris dengan orang lain tanpa terasa anda sudah lancar. “Jadi agar tidak “ Pikun “ orang rata-rata harus “ Tekun”.

Selanjutnya mari kita aplikasikan informasi di atas :

Pada dasarnya untuk bertanya  dan menjawab ( Question and Answer ) yang dalam penjelasan berikutnya “Question” disingkat dengan “ Q “ dan “Answer” dengan “ A “ ada 2 cara, Yaitu:

  1. Menggunakan Auxiliary  atau kata kerja Bantu.
  2. Menggunakan Question Words.

1.1  Menggunakan Kata kerja Bantu yaitu : am,is, are. Was, were, do, does, did, have, has, had. Dan modal : will, shall, can, may, must, could,would,should etc.

Kalau seseorang bertanya dengan kata kerja Bantu dan modal di atas, jawabannya menggunakan “ Yes “atau “ No”.

Contoh :  Q : Do you…? A: Yes, I do.atau No, I don’t. Q: Can You…? A: Yes, I can.atau No, I can’t.

Anda cukup menyimak kata awalnya. Kalau penanya menggunakan “do” jawab dengan “do” , penanya menggunakan “can” jawab dengan “can” dan seterusnya.

Pengecualian!

Kalau pertanyaan berikut : Q: Am I…?  A: Yes, You are. Atau No, You aren’t. Q: Do I…? Yes, You do. Atau No, You don’t. Jadi Kalau Orang bertanya menggunakan subyek ‘I’ jawabannya menggunakan ‘You’ dan sebaliknya. Catatan : Pertanyaan menggunakan “ I “ dijawab dengan “ I “ pula apabila si penanya bertanya untuk dirinya sendiri.  Berikut pertanyaan menggunakan “May”, disamping bisa dijawab dengan “ may “ juga,  lazim pula dijawab dengan “ sure….”. contoh : “ May I borrow your pen?”. Jawaban , “ Sure, here it is

Secara lengkap kita dapat berlatih sebagai berikut:

Cara membuat kalimat Tanya sangat simpel, anda cukup meletakkan Aux.atau kata kerja Bantu di depan subyek. Contoh : He is busy. Maka kalimat Tanya nya menjadi : Is he busy? Dan jawabannya pasti menggunakan “ Yes “ atau  “ No “ Kemudian To be atau kata kerja Bantu diletakkan sesudah subyek.

Pada tahap awal anda cukup membiasakan dengan struktur dasar kalimat intinya. Belum perlu menggunakan kalimat yang panjang. Ulangi terus-menerus hingga jawaban anda terasa nyaman, lancar. Lancar disini tidak identik dengan cepat, tetapi mantap dan benar. Setelah anda mengulang-ulang bertanya dan menjawab dengan sempurna, anda dapat melangkah ke tahapan berikutnya. Ingat, kalau kita betul-betul telah paham dan menguasai tahapan awal, pastilah kita tidak menemui hambatan di tahap berikutnya. Apabila anda menemui kesulitan di tahapan berikutnya, berarti harus berjiwa besar untuk mematangkan kembali dari awal. Kesabaran sangat diperlukan dalam system pembelajaran ini.

Q : Am I….? A :Yes, You are.( diulang-ulang minimal 5 X )

Q : Is He….? A : Yes, He is. ( diulang-ulang minimal 5 X )

Q : Is She…? A : Yes, She is

Q : Are You…? A : Yes, I am.( Idem )

Q : Are they…? A : Yes, they are

Q : Are we…? A : Yes, we are

Q : Was I…? A : Yes, You Were. ( idem)

Q : Were You…? A :  Yes, I was.(idem)

Q : Was He…? A : Yes, He was

Q : Was she…? A : Yes, She was.

Q : Were They…? A : Yes, they were.

Q : Were We…? A : Yes, We were.

Q : Do You…? A : Yes, I do.

Q : Do I…?  A : Yes, I do.

Q : Do They…? A : Yes, they do.

Q : Do We…? A: Yes, we do.

Q : Does he…? A : Yes, he does.

Q : Does she…? A : Yes, she does.

Q : Did I…? A : A : Yes, You did.

Q : Did you…? A : Yes, I did.

Q : Did he…? A : Yes, he did.

Q : Did she…? A : Yes, she did.

Q : Did They…? A : Yes, they did.

Q : Did we…? A : Yes, we did.

Q : Have You…? A : Yes, I have.

Q : Have I…? A : Yes, you have.

Q : Have they…? A : Yes, they have.

Q : Have we…? A : Yes, we have.

Q : Has he…? A : Yes, he has.

Q : Has she…? A : Yes, she has.

Q : Had I…? A : Yes, you had.

Q : Had You…? A : Yes, I had.

Q : Had he…? A : Yes, he had.

Q : Had she…? A : Yes, she had.

Q : Had they…? A : Yes, they had.

Q : Had we…? A : Yes, we had.

Q : Will you…? A : Yes, I will.

Q : Will I…? A : Yes, you will.

Q : Will he…? A : Yes, he will.

Q : Will she…? A : Yes, she will

Q : Will They…? A : Yes, they will.

Q : Will we…? A : Yes, we will.

Q : Could You…? A : Yes, I could.

Q : Could I…? A : Yes, you could.

Pemahaman!

Kesimpulannya adalah. Untuk pertanyaan yang menggunakan subyek ‘ I ‘ jawab dengan ‘ You ‘dan sebaliknya. Selain kedua subyek tersebut tinggal disalin/diulang kembali. Misal pertanyaan menggunakan subyek “ He “ jawab dengan “ He “ , pertanyaan menggunakan “ She “ jawab dengan “ She “,  begitu seterusnya.

Berikutnya untuk pertanyaan dengan kata kerja Bantu akan lebih mudah karena kita hanya menyalin atau mengulang kembali kata kerja Bantu yang dipakai. Misal pertanyaan menggunakan “ Do “ jawab dengan “ do “ , pertanyaan menggunakan “ Does “ jawab dengan “ does “, Pertanyaan menggunakan “ Have “ jawab dengan “ Have “ , pertanyaan menggunakan “ Will “ jawab dengan “ Will “, dan seterusnya.


ALAMAT ADMIN METODE INGGRIS.COMJalan Nyi Tjondroloekito d/h Monjali Km 3.65 Ngemplak Karangjati MT 1/18 Rt 02 Rw35 Sinduadi Mlati Sleman Yogyakarta 55284

e-mail : admin@metodeinggris.com

Telp. (0274) 550628,(0274) 9133586  Fax : (0274) 6411078.

Konsultasi Materi & Mentor

HP: 088216004001 & 082179054319
e-mail : admin@metodeinggris.com

Kehebatan seorang perempuan

Oleh : Sugeng Jabri
1. Doa perempuan lebih makbul daripada lelaki kerana sifat penyayang yang lebih kuat daripada lelaki. Ketika ditanya kepada Rasulullah akan hal tersebut, jawab baginda, “Ibu lebih penyayang daripada bapa dan doa orang yang penyayang tidak akan sia-sia”.

2. Apabila seseorang perempuan mengandung janin dalam rahimnya, maka beristighfarlah para malaikat untuknya. Allah mencatatkan baginya setiap hari dengan 1,000 kebajikan dan menghapuskan darinya 1,000 kejahatan.

3. Apabila seseorang perempuan mulai sakit hendak bersalin, maka Allah mencatatkan baginya pahala orang yang berjihad pada jalan Allah.

4. Apabila seseorang perempuan melahirkan anak, keluarlah dia dari dosa-dosa seperti keadaan ibunya melahirkannya.

5. Apabila telah lahir anak lalu disusui, maka bagi ibu itu setiap satu tegukan daripada susunya diberi satu kebajikan.

6. Apabila semalaman ibu tidak tidur dan memelihara anaknya yang sakit,maka Allah memberinya pahala seperti memerdekakan 70 hamba dengan ikhlas untuk membela agama Allah.

7. Barangsiapa yang menggembirakan anak perempuannya, darjatnya seumpama orang yang sentiasa menangis kerana takutkan Allah dan orang yang takutkan Allah, akan diharamkan api neraka ke atas tubuhnya.

8. Barangsiapa membawa hadiah, (barang makanan dari pasar ke rumah) lalu diberikan kepada keluarganya, maka pahalanya seperti bersedekah. Hendaklah mendahulukan anak perempuan daripada anak lelaki. Maka, barangsiapa yang menyukakan anak perempuan seolah-olah dia memerdekakan anak Nabi Ismail.

9. Tiap perempuan yang menolong suaminya dalam urusan agama, maka Allah memasukkan dia ke dalam syurga lebih dahulu daripada suaminya (10,000 tahun).

10. Perempuan apabila sembahyang lima waktu, puasa bulan Ramadhan, memelihara kehormatannya serta taat akan suaminya, masuklah dia dari pintu syurga mana sahaja yang dikehendaki.

11. Wanita yang solehah (baik) itu lebih baik daripada 1,000 lelaki yang soleh.

12. Aisyah berkata, “Aku bertanya kepada Rasulullah, siapakah yang lebih besar haknya terhadap wanita? Jawab Rasulullah, “Suaminya.” “Siapa pula berhak terhadap lelaki?” Jawab Rasulullah, “Ibunya”.

13. Apabila memanggil akan engkau dua orang ibubapamu, maka jawablah panggilan ibumu dahulu.

14. Wanita yang taat akan suaminya, semua ikan-ikan di laut, burung di udara, malaikat di langit, matahari dan bulan semua beristighfar baginya selama mana dia taat kepada suaminya serta menjaga sembahyang dan puasanya.

15. Wanita yang taat berkhidmat kepada suaminya akan tertutup pintu-pintu neraka dan terbuka pintu-pintu syurga. Masuklah dari mana-mana pintu yang dia kehendaki dengan tidak dihisab.

16. Syurga itu di bawah tapak kaki ibu.

17. Wanita yang tinggal bersama anak-anaknya akan tinggal bersama aku (Nabi s.a.w) di dalam syurga.

18. Barangsiapa mempunyai tiga anak perempuan atau tiga saudara perempuan atau dua anak perempuan atau dua saudara perempuan lalu dia bersikap ihsan dalam pergaulan dengan mereka dan mendidik mereka dengan penuh rasa takwa serta bertanggungjawab, maka baginya syurga.

19. Daripada Aisyah r.a. Barangsiapa yang diuji dengan sesuatu daripada anak-anak perempuannya, lalu dia berbuat baik kepada mereka, maka mereka akan menjadi penghalang baginya daripada api neraka.

“Jadi, janganlah sesekali kita merasa lemah. Wanitalah sebenarnya yang membuat seseorang lelaki itu kuat. Itulah salah satu sebab mengapa Nabi meletakkan wanita setaraf pada lelaki dan tidak lebih rendah. Buat renungan kita semua……”

Be the real rich moslem

Inspirasi sukses dari Happy Trenggono

Yang terlintas di fikiran saya ketika mendengar nama tersebut adalah rasa ingin tahu saya terhadap sosok beliau. Rasa ingin tahu itu menuntun saya mencari tahu sebanyak-banyaknya tentang profil pribadi sukses yang menginspirasi dari sosok beliau. setelah mendapatkan berbagai informasi tentang Happy trenggono, yang saya tangkap dari sebuah artikel di salah satu blog, happy trenggono adalah sosok entrepreneur cerdas yang akan selalu menginspirasi semua orang untuk bercita-cita dan mempunyai tujuan hidup yang sangat mulia lewat bisnis.
Menurut saya pribadi, beliau adalah sesosok manusia yang mempunyai konsep yang luar biasa tentang masyarakat, bisnis dan islam. Dengan bisnis, beliau dapat mengubah pandangan hidup masyarakat tentang ketergantungan terhadap pemerintah lewat berbagai pelatihan-pelatihan yang ditujukan bagi semua kalangan masyarakat, baik itu pebisnis, mahasiswa bahkan masyarakat pada umumnya tentang entrepreneur. Harapan beliau terhadap pelatihan-pelatihan yang diberikan adalah ketika ada salah satu orang saja yang mampu terbekali dengan kemampuan enterpreneur dalam segi soft skill dan hard skill maka dia akan mampu mengubah pandangan bangsa, bahkan ketika seseorang tersebut telah dibekali oleh kemampuan entrepreneur yang luar biasa dan akhirnya dia menjadi presiden bangsa ini, bayangkan apa yang terjadi,
Kemudian tentang konsep dakwah yang sangat cerdas oleh beliau adalah ketika saya mendengar beliau mengatakan bahwa “KEBAIKAN YANG TIDAK TERENCANA AKAN DIKALAHKAN OLEH KEBURUKAN YANG TERENCANA” maka rencana dan konsep yang ditawarkan oleh beliau tentang dakwah sangat luar biasa. Bukan tidak mungkin ketika bisnis jadikan sebuah sarana untuk mencapai ridhaNYA. Menurut heppy trenggono, dakwah tidak hanya bisa dilakukan oleh seorang kyai atau bahkan oleh seorang pemimpin sekalipun, tetapi alangkah baiknya ketika sebuah perusahaan dapant menjalankan misi dakwah islam. Dengan sarana entrepreneur tersebut happy trenggono lewat united Balimuda dan IIBFnya mampu membangun beberapa sekolah demi kelangsungan dakwah islam.
Lewat inspirasi yang didapatkan melalui sejarah dimana peradaban Indonesia dulu dibentuk oleh pedagang-pedagang dari Gujarat yang sukses dengan usaha dan dakwah yang diberikan kepada masyarakat Indnesia pada saat itu,
Seperti pebisnis yang lain, dalam perjalanan menuju sukses dari sebuah bisnis adalah adanya kegagalan, satu lagi yang menginspirasi saya adalah ketika dalam suatu pelatihan beliau mengataka bahwa jika kita tahu ada suatu permasalahan maka seharusnya pada saat itu pula kita harus mengetahui apa solusinya.
Teori-teori yang keluar dari beliau mengenai mengapa kebanyakan suatu peusahaan mengalami sebuah kegagalan pada usia ke dua, lima bahkan sepuluh tahun perjalanannya adalah adanya 1. Obsession of the product dimana kebanyakan pebisnis cenderung terobsesi untuk selalu memperluas jangkauan productnya walaupun dalamsegi system kurang begitu baik.
2. speed skill, dalam dunia entrepreneur kecepatan keahlian oleh seorang pebisnis adalah keccepatan keahlian mengenai suatu bisnis.
3. technical for success, setiap pebisnis dituntut untuk memiliki tekhnik- tekhnik khusus untuk mencapai kesuksesan.
4. intelegence dalam bisnis, pada umumnya, kegagalan dari sebuah bisnis sangat dipengaruhi oleh emosi yang tidak dapat dikendalikan.
5. plan of idea, dimana setiap ide-ide yang luar biasa dibutuhkan rencana-rencana yang matang untuk meraih sukses.
6. run of case, masalah klasik yang terjadi pada persoalan iini adalah terkadang ketika sebuah perusahaan itu mulai sukses, seringkali mereka cendderung keluar dar jalur yang semestinya.

Luar biasa!!!!!!!

Sumber: Blog  btty shinta indriani

Cinta Allah Kepada Orang yang Bertobat

Oleh : Imran Nurtsani Lc/Republika

“Dan bertobatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung.” (An-Nuur [24]:31).

Allah memerintahkan kepada kita untuk bertobat dengan sebanyak tujuh kali di dalam Al Quran (Al Baqarah: 54, Huud: 3, 52, 61, 90, At Tahrim: 8 dan An Nuur: 31).

Sesungguhnya pengulangan perintah kepada kita untuk bertobat menunjukkan bahwasanya kebanyakan manusia berbuat kesalahan. Manusia diistilahkan oleh para ulama sebagai tempatnya salah dan khilaf. Istilah tersebut disandarkan pada sebuah hadis riwayat Imam Muslim, bahwasanya Rasulullah SAW bersabda: “Wahai hamba-Ku, sesungguhnya kalian berbuat dosa di waktu siang dan malam, dan Aku mengampuni dosa-dosa itu semuanya, maka mintalah ampun kepada-Ku, pasti Aku mengampuni kalian.” (HR. Muslim ).

Akan tetapi Allah adalah Maha Bijaksana dan Maha Adil. Ketika kita melakukan kesalahan, Allah pun memberikan solusi terbaik untuk menebus kesalahan kita, sebagaimana sabda Rasulullah SAW: “Setiap anak Adam (manusia) berbuat kesalahan dan sebaik-baiknya orang yang bersalah adalah yang bertobat.” (HR At Tirmidzi).

Dari sini kita seharusnya sadar bahwa Allah itu sangat dekat dengan kita walaupun kita dilumuri dengan berbagai macam dosa. Kita diperintahkan untuk mendekat kepada-Nya dengan mengakui setiap dosa dan kesalahan kita, bukan dengan menjauhi-Nya dan menambah dosa.

Sebagaimana ajaran Rasulullah dalam berdoa yang masyhur dengan sayyidul istighfar: “Allahumma Anta Robbi Laa Illaha Illa Anta, Kholaqtani wa Anna ‘Abduka wa Anna ‘Ala ‘Ahdika wa Wa’dika mastatho’tu. A’udzu Bika Min Syarri Maa Shona’tu, Abuu-u Laka Bini’matika ‘Alayya, Wa Abuu-u Bi Dzanbi, Faghfirli Fainnahu Laa Yaghfirudz Dzunuuba Illa Anta”.

Artinya: Ya Allah, Engkau adalah Rabbku, tidak ada Rabb yang berhak disembah kecuali Engkau. Engkaulah yang menciptakanku. Aku adalah hamba-Mu. Aku akan setia pada perjanjianku dengan-Mu semampuku. Aku berlindung kepada-Mu dari kejelekan yang kuperbuat. Aku mengakui nikmat-Mu kepadaku dan aku mengakui dosaku oleh karena itu ampunilah aku. Sesungguhnya tiada yang mengampuni dosa kecuali Engkau.” (HR Bukhari).

Allah sangat mencintai dan ‘memanjakan’ orang-orang yang bertobat. “Hai orang-orang yang beriman, bertaubatlah kepada Allah dengan Taubatan Nasuhaa (taubat yang semurni-murninya). Mudah-mudahan Rabbmu akan menutupi kesalahan-kesalahanmu dan memasukkanmu ke dalam jannah yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, pada hari ketika Allah tidak menghinakan Nabi dan orang-orang mukmin yang bersama dia. Sedang cahaya mereka memancar di hadapan dan di sebelah kanan mereka, sambil mereka mengatakan: “Ya Rabb kami, sempurnakanlah bagi kami cahaya kami dan ampunilah kami; Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu.” (At Tahrim 66: 8).

Itulah kecintaan Allah bagi orang yang bertobat, di mana Allah akan menutupi (menghapus) setiap kesalahan kita dan memasukkan kita ke dalam surga-Nya. Wallahu a’lam.

Fatwa Qardhawi: Hubungan Seksual Suami-Istri

REPUBLIKA.CO.ID,  Sebenarnya, masalah hubungan antara suami-istri itu pengaruhnya amat besar bagi kehidupan mereka. Maka hendaknya mereka memerhatikan atau menghindari hal-hal yang dapat menyebabkan kerusakan dan kelangsungan hubungan suami-istri. Kesalahan yang bertumpuk dapat mengakibatkan kehancuran bagi kehidupan keluarganya.

Agama Islam dengan nyata tidak mengabaikan segi-segi kehidupan manusia dan kehidupan berkeluarga, yang telah diterangkan tentang perintah dan larangannya. Semua telah tercantum dalam ajaran-ajaran Islam, misalnya mengenai akhlak, tabiat, suluk, dan sebagainya. Tidak ada satu hal pun yang diabaikan (dilalaikan).

Islam telah menetapkan pengakuan bagi fitrah manusia dan dorongannya akan seksual, serta ditentangnya tindakan ekstrim yang condong menganggap hal itu kotor. Oleh karena itu, Islam melarang bagi orang yang hendak menghilangkan dan memfungsikannya dengan cara menentang orang yang berkehendak untuk selamanya menjadi bujang dan meninggalkan sunnah Nabi SAW, yaitu menikah.

Nabi SAW telah menyatakan sebagai berikut: “Aku lebih mengenal Allah daripada kamu dan aku lebih khusyuk, kepada Allah daripada kamu. Tetapi aku bangun malam, tidur, berpuasa, tidak berpuasa dan menikahi wanita. Maka barangsiapa yang tidak senang (mengakui) sunnahku, maka dia bukan termasuk golonganku.”

Islam telah menerangkan terhadap kedua pasangan setelah pernikahan, mengenai hubungannya dan masalah-masalah seksual. Bahkan mengerjakannya dianggap suatu ibadat.

Sebagaimana dikatakan Nabi SAW, “Di kemaluan kamu ada sedekah (pahala).” Para sahabat bertanya, “Wahai Rasulullah, apakah ketika kami bersetubuh dengan istri akan mendapat pahala?” Rasulullah SAW menjawab, “Ya. Andaikata bersetubuh pada tempat yang dilarang (diharamkan) itu berdosa. Begitu juga dilakukan pada tempat yang halal, pasti mendapat pahala. Kamu hanya menghitung hal-hal yang buruk saja, akan tetapi tidak menghitung hal-hal yang baik.”

Berdasarkan tabiat dan fitrah, biasanya pihak laki-laki yang lebih agresif, tidak memiliki kesabaran dan kurang dapat menahan diri. Sebaliknya wanita itu bersikap pemalu dan dapat menahan diri.

Karenanya diharuskan  bagi  wanita  menerima  dan  menaati panggilan suami. Sebagaimana dijelaskan dalam hadits, “Jika si istri dipanggil oleh suaminya karena perlu, maka supaya segera datang, walaupun dia sedang masak.” (HR Tirmidzi)

Nabi SAW menganjurkan supaya si istri jangan sampai menolak kehendak suaminya tanpa alasan, yang dapat menimbulkan kemarahan atau menyebabkannya menyimpang ke jalan yang tidak baik, atau membuatnya gelisah dan tegang.

Nabi SAW bersabda, “Jika suami mengajak tidur si istri lalu dia menolak, kemudian suaminya marah kepadanya, maka malaikat akan melaknat dia sampai pagi.” (Muttafaq Alaih).

Keadaan yang demikian itu jika dilakukan tanpa uzur dan alasan yang masuk akal, misalnya sakit, letih, berhalangan, atau hal-hal yang layak. Bagi suami, supaya menjaga hal itu, menerima alasan tersebut, dan sadar bahwa Allah SWT adalah Tuhan bagi hamba-hamba-Nya Yang Maha Pemberi Rezeki dan Hidayat, dengan menerima uzur hambaNya. Dan hendaknya hamba-Nya juga menerima uzur tersebut.

Selanjutnya, Islam telah melarang bagi seorang istri yang berpuasa sunnah tanpa seizin suaminya, karena baginya lebih diutamakan untuk memelihara haknya daripada mendapat pahala puasa. Nabi SAW bersabda, “Dilarang bagi si istri (puasa sunnah) sedangkan suaminya ada, kecuali dengan izinnya.” (Muttafaq Alaih)

Disamping dipeliharanya hak kaum laki-laki (suami) dalam Islam, tidak lupa hak wanita (istri) juga harus dipelihara dalam segala hal. Nabi SAW menyatakan kepada laki-laki (suami) yang terus-menerus puasa dan bangun malam. Beliau bersabda, “Sesungguhnya bagi jasadmu ada hak dan bagi keluargamu (istrimu) ada hak.”

Abu Hamid Al-Ghazali, ahli fiqih dan tasawuf, dalam kitab Ihya’ mengenai adab bersetubuh, berkata, “Disunnahkan memulainya dengan membaca basmalah dan berdoa, sebagaimana diajarkan Nabi SAW, “Ya Allah, jauhkanlah aku dari setan dan jauhkanlah setan dari apa yang Engkau berikan kepadaku.”

Al-Ghazali berkata, “Dalam  suasana ini (akan bersetubuh) hendaknya didahului dengan kata-kata manis, bermesra-mesraan dan sebagainya. Dan menutup diri mereka dengan selimut, jangan telanjang menyerupai binatang. Sang suami harus memelihara suasana dan menyesuaikan diri, sehingga kedua pasangan sama-sama dapat menikmati dan merasa puas.”

Menurut Ibnul Qayyim, tujuan utama dari jimak (bersetubuh) itu adalah: 1) Dipeliharanya nasab (keturunan), sehingga mencapai jumlah yang ditetapkan menurut takdir Allah. 2) Mengeluarkan air yang dapat mengganggu kesehatan badan jika ditahan terus. 3) Mencapai maksud dan merasakan kenikmatan, sebagaimana  kelak di surga.

Ditambah lagi mengenai manfaatnya, yaitu menundukkan pandangan, menahan nafsu, menguatkan jiwa dan agar tidak berbuat serong bagi kedua pasangan.

Nabi SAW bersabda, “Wahai para pemuda, barangsiapa yang mampu melaksanakan pernikahan, maka hendaknya menikah. Sesungguhnya hal itu menundukkan penglihatan dan memelihara kemaluan.”

Kemudian Ibnul Qayyim berkata,  “Sebaiknya sebelum bersetubuh hendaknya diajak bersenda-gurau dan menciumnya, sebagaimana Rasulullah SAW melakukannya.”

Ini semua menunjukkan bahwa para ulama dalam usaha mencari jalan baik tidak bersifat konservatif. Bahkan tidak kalah kemajuannya daripada penemuan-penemuan atau pendapat masa kini.

Yang dapat disimpulkan di sini adalah bahwa sesungguhnya Islam telah mengenal hubungan seksual di antara kedua pasangan, suami-istri, yang telah diterangkan dalam Alquranul Karim pada surah Al-Baqarah, yang ada hubungannya dengan peraturan keluarga.

Firman Allah SWT: “Dihalalkan bagi kamu pada malam hari puasa, bercampur dengan istri-istri kamu; mereka itu adalah pakaian bagimu, dan kamu pun adalah pakaian bagi mereka. Allah mengetahui bahwasannya kamu tidak dapat menahan nafsumu, karena itu, Allah mengampuni kamu dan memberi maaf kepadamu. Maka sekarang campurilah mereka dan ikutilah apa yang telah ditetapkan Allah untukmu, dan makan minumlah kamu, hingga jelas bagimu benang putih dari benang hitam, yaitu fajar. Kemudian sempurnakanlah puasa itu sampai malam, (tetapi) janganlah kamu campuri mereka itu, sedangkan kamu beriktikaf dalam masjid. Itulah larangan  Allah, maka janganlah kamu mendekatinya…” (QS Al-Baqarah: 187).

Tidak ada kata yang lebih indah, serta lebih benar, mengenai hubungan antara suami-istri, kecuali yang telah disebutkan, yaitu: “Mereka itu adalah pakaian bagimu, dan kamu pun adalah pakaian bagi mereka.” (QS Al-Baqarah: 187)

Pada ayat lain juga diterangkan, yaitu: “Mereka bertanya kepadamu tentang haid, katakanlah: Haid itu adalah suatu kotoran. Oleh sebab itu, hendaklah kamu menjauhkan diri dari wanita di waktu haid; dan janganlah kamu mendekati mereka, sebelum mereka suci. Apabila mereka telah suci maka campurilah mereka itu di tempat yang diperintahkan Allah kepadamu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertobat dan menyukai orang-orang yang menyucikan diri. Istri-istrimu adalah (seperti) tanah tempat kamu bercocok tanam, maka datangilah tanah tempat bercocok tanammu itu dengan cara bagaimana saja kamu kehendaki. Dan kerjakanlah (amal yang baik) untuk dirimu, dan takwalah kamu kepada Allah dan ketahuilah bahwa kamu kelak akan menemui-Nya. Dan berilah kabar gembira bagi orang-orang yang beriman.” (QS Al-Baqarah: 222-223)

Maka, semua hadis yang menafsirkan bahwa dijauhinya yang disebut pada ayat di atas, hanya masalah persetubuhan saja. Selain itu, apa saja yang dapat dilakukan, tidak dilarang.

Pada ayat di atas disebutkan: “Maka, datangilah tanah tempat bercocok tanammu dengan cara bagaimanapun kamu kehendaki.” (QS Al-Baqarah: 223)

Tidak  ada suatu perhatian yang melebihi daripada disebutnya masalah dan undang-undang atau peraturannya dalam Alquranul Karim secara langsung, sebagaimana diterangkan di atas.

Sumber: Republika – Rab, 3 Agu 2011

Kekuatan Azan

Oleh: Ustad Arifin Ilham/Republika

Waktu bergerak dan terus berputar. Malam berganti dan siang kembali menjelang. Begitu seterusnya, hingga fase alam dunia ini berakhir. Tentu tidak ada yang bisa menahan gerak sunatulah-Nya ini.

“Sungguh dalam penciptaan langit dan bumi dan silih bergantinya malam dan siang, terdapat tanda-tanda kebesaran Allah bagi orang-orang yang berilmu.” (QS Ali Imran [3]: 190).

Tiap kali terjadi pergantian dari malam ke siang atau sebaliknya, maka bagi mereka yang beriman kepada Allah, pasti akan menyambutnya dengan panggilan salat. Saat peralihan dari malam ke siang bukankah kita disambut dengan salat Subuh. Saat peralihan dari siang ke malam kita disambut dengan salat Zuhur, Asar, Maghrib dan Isya. Bahkan pada tengah malam saat penghuni bumi terlelap dalam tidurnya, mereka para perindu-Nya berdiri menegakkan salat, rukuk dan sujud kehadirat Allah Rabbul ‘Izzah.

Orang yang beriman pasti merindukan suara azan yang bersahutan dari berbagai masjid dan mushala. Karena, tidak ada alunan suara yang berhenti memenuhi ruang semesta di negeri ini selain azan.

Selama 24 jam azan akan terus berkumandang menjelajah ke seluruh bumi ini. Dari Papua hingga Aceh, terus berlanjut hingga berbagai negara dan benua. Belum selesai kumandang azan zuhur di benua Amerika, azan Subuh sudah kembali menyapa Papua.

Tanpa kita sadari para muazin di seluruh penjuru dunia ini tak henti-hentinya bersahutan mengumandangkan azan. Suara azan Zuhur seolah meredam teriknya sinar sang surya. Suara azan Asar bercampur dengan sinar mentari yang menghangat dan tiupan angin yang sepoi. Suara azan Maghrib yang lantang, mengajak melepas penatnya hari. Suara azan Isya, membawa kehangatan ketika malam mulai beranjak dingin. Sementara suara azan Subuh memecah keheningan dan membangunkan kesadaran.

Semua panggilan azan ini bertujuan mengingatkan penghuni bumi yang beriman kepada Allah untuk tegak dengan shalatnya. Mengingat Allah sebanyak-banyaknya dan mengajak manusia untuk tidak terlelap dan lupa pada kesibukan dan keasyikan dunia. Menyeru manusia untuk tidak tersesat dalam kegelapan dunia dan kebuntuan akhirat.

Perhatikanlah lafaz-lafaz azan yang sering kita kumandangkan itu. Betapa tingginya kekuatan azan dan betapa indah kata-katanya. Kata-kata itu dengan seluruh kekuatannya terus-menerus mengingatkan kita akan palsunya segala klaim keduniawian. Di bumi dan di langit hanya ada satu Tuhan yang pantas disembah dan diikuti ajaran-Nya.

Ketahuilah, azan bukan semata panggilan muazin, tetapi panggilan Allah kepada hamba-hamba pilihan-Nya. Coba simak ulang lafaz azan. Ternyata yang dipanggil “Hayya ‘alash shalah” adalah yang bersyahadat. Artinya, mereka yang telah bersaksi bahwa tidak ada Tuhan yang berhak disembah kecuali Allah; tidak ada ajaran yang dapat membahagiakan kecuali ajaran yang dibawa utusan-Nya, Nabi Muhammad SAW. Mereka yang tidak bersyahadat tidak dipanggil.

Sementara panggilan itu dalam rangka “al-falaah,” meraih kesuksesan dunia akhirat. Inilah yang membuat orang-orang beriman selalu bahagia mendengar dan memenuhi panggilan setiap kumandang azan.

KEKAYAAN, KESUKSESAN DAN KASIH SAYANG

Suatu ketika, ada seorang wanita yang kembali pulang ke rumah, dan ia melihat ada 3 orang pria berjanggut yang duduk di halaman depan. Wanita itu tidak mengenal mereka semua.
Wanita itu berkata: “Aku tidak mengenal Anda, tapi aku yakin Anda semua pasti sedang lapar. Mari masuk ke dalam, aku pasti punya sesuatu untuk mengganjal perut”. Pria berjanggut itu lalu balik bertanya, “Apakah suamimu sudah pulang?” Wanita itu menjawab, “Belum, dia sedang keluar”. “Oh kalau begitu, kami tak ingin masuk. Kami akan menunggu sampai suamimu kembali”, kata pria itu.

Di waktu senja, saat keluarga itu berkumpul, sang isteri menceritakan semua kejadian tadi. Sang suami, awalnya bingung dengan kejadian ini, lalu ia berkata pada istrinya, “Sampaikan pada mereka, aku telah kembali, dan mereka semua boleh masuk untuk menikmati makan malam ini”. Wanita itu kemudian keluar dan mengundang mereka untuk masuk ke dalam.
“Maaf, kami semua tak bisa masuk bersama sama”, kata pria itu hampir bersamaan. “Lho, kenapa? tanya wanita itu karena merasa heran. Salah seseorang pria itu berkata, “Nama dia Kekayaan,” katanya sambil menunjuk seorang pria berjanggut di sebelahnya, “sedangkan yang ini bernama Kesuksesan, sambil memegang bahu pria berjanggut lainnya. Sedangkan aku sendiri bernama Kasih Sayang. Sekarang, coba tanya kepada suamimu, siapa diantara kami yang boleh masuk ke rumahmu.”

Wanita itu kembali masuk kedalam, dan memberitahu pesan pria di luar. Suaminya pun merasa heran. “Ohho… menyenangkan sekali. Baiklah, kalau begitu, coba kamu ajak si Kekayaan masuk ke dalam. Aku ingin rumah ini penuh dengan Kekayaan.”
Istrinya tak setuju dengan pilihan itu. Ia bertanya, “Sayangku, kenapa kita tak mengundang si Kesuksesan saja? Sebab sepertinya kita perlu dia untuk membantu keberhasilan panen ladang pertanian kita.”

Ternyata, anak mereka mendengarkan percakapan itu. Ia pun ikut mengusulkan siapa yang akan masuk ke dalam rumah. “Bukankah lebih baik jika kita mengajak si Kasih Sayang yang masuk ke dalam? Rumah kita ini akan nyaman dan penuh dengan kehangatan Kasih Sayang.”
Suami-istri itu setuju dengan pilihan buah hati mereka. “Baiklah, ajak masuk si Kasih Sayang ini ke dalam. Dan malam ini, Si Kasih Sayang menjadi teman santap malam kita.” Wanita itu kembali ke luar, dan bertanya kepada 3 pria itu. “Siapa diantara Anda yang bernama Kasih Sayang? Ayo, silahkan masuk, Anda menjadi tamu kita malam ini.”

Si Kasih Sayang bangkit, dan berjalan menuju beranda rumah. Ohho.. ternyata, kedua pria berjanggut lainnya pun ikut serta. Karena merasa ganjil, wanita itu bertanya kepada si Kekayaan dan si Kesuksesan. “Aku hanya mengundang si Kasih Sayang yang masuk ke dalam, tapi kenapa kamu ikut juga?” Kedua pria yang ditanya itu menjawab bersamaan. “Kalau Anda mengundang si Kekayaan, atau si Kesuksesan, maka yang lainnya akan tinggal di luar. Namun, karena Anda mengundang si Kasih Sayang, maka kemana pun Kasih Sayang pergi, kami akan ikut selalu bersamanya. Dimana ada Kasih Sayang, maka Kekayaan dan Kesuksesan juga akan ikut serta.

Sebab, ketahuilah, sebenarnya kami berdua ini buta. Dan hanya si Kasih Sayang yang bisa melihat. Hanya dia yang bisa menunjukkan kita pada jalan kebaikan, kepada jalan yang lurus. Maka, kami butuh bimbingannya saat berjalan. Saat kami menjalani hidup ini.”

Sumber : Sugeng Goendoel

HIDUP ADALAH:

HIDUP ADALAH:
BELAJAR UNTUK BERSYUKUR MESKI TAK CUKUP
BELAJAR UNTUK IKHLAS MESKI KADANG TAK RELA
BELAJAR UNTUK TAAT MESKI BERAT
BELAJAR UNTUK MEMAHAMI MESKI TAK SEHATI
BELAJAR UNTUK SABAR MESKI BENCI
BELAJAR UNTUK SETIA MESKI TERGODA
BELAJAR….

Manusia Yg Mendapat Doa Para Malaikat

Oleh : Sugeng Jabri 7:31am Mar 17

Manusia Yg Mendapat Doa Para Malaikat
Allah SWT berfirman, “Sebenarnya (malaikat – malaikat itu) adalah hamba – hamba yang dimuliakan, mereka tidak mendahului-Nya dengan perkataan dan mereka mengerjakan perintah – perintah-Nya. Allah mengetahui segala sesuatu yang di hadapan mereka dan yang di belakang mereka, dan mereka tidak memberikan syafa’at melainkan kepada orang – orang yang diredhai Allah, dan mereka selalu berhati – hati kerana takut kepada-Nya” (QS Al Anbiyaa’ 26-28)

Berikut adalah senarai orang – orang yang mendapat doa oleh para malaikat:

1. ORANG YANG TIDUR DALAM KEADAAN BERSUCI.
Imam Ibnu Hibban meriwayatkan dari Abdullah bin Umar ra., bahawa Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa yang tidur dalam keadaan suci, maka malaikat akan bersamanya di dalam pakaiannya. Dia tidak akan bangun hingga malaikat berdoa ‘Ya Allah, ampunilah hambamu si fulan kerana tidur dalam keadaan suci’” (Hadith ini disahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Sahih At Targhib wat Tarhib I/37)

2. ORANG YANG MENUNGGU SOLAT.
Imam Muslim meriwayatkan dari Abu Hurairah ra., bahawa Rasulullah SAW bersabda, “Tidaklah salah seorang di antara kamu yang duduk menunggu solat, selama ia berada dalam keadaan suci, kecuali para malaikat akan mendoakannya ‘Ya Allah, ampunilah ia. Ya Allah sayangilah ia” (Sahih Muslim no. 469)

3. ORANG YANG BERADA DI SAF HADAPAN KETIKA SOLAT.
Imam Abu Dawud dan Ibnu Khuzaimah dari Barra’ bin ‘Azib ra., bahawa Rasulullah SAW telah bersabda, “Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya berselawat kepada orang – orang yang berada pada saf – saf terhadapan” (Hadith ini disahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Sahih Sunan Abi Dawud I/130)

4. ORANG YANG MENYAMBUNG SAF
(tidak membiarkan kekosongan di dalam saf). Para Imam iaitu Ahmad , Ibnu Majah, Ibnu Khuzaimah, Ibnu Hibban dan Al Hakim meriwayatkan dari Aisyah ra., bahawa Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya Allah dan para malaikat selalu berselawat kepada orang – orang yang menyambung saf – saf” (Hadith ini disahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Sahih At Targhib wat Tarhib I/272)

5. KETIKA SEORANG IMAM SELESAI MEMBACA AL FATIHAH.
Imam Bukhari meriwayatkan dari Abu Hurairah ra., bahawa Rasulullah SAW bersabda, “Jika seorang Imam membaca ‘ghairil maghdhuubi ‘alaihim waladh dhaalinn’, maka ucapkanlah oleh kalian ‘aamiin’, kerana barangsiapa ucapannya itu bertepatan dengan ucapan malaikat, maka ia akan diampuni dosanya yang lalu” (Sahih Bukhari no. 782)

6. ORANG YANG DUDUK DI TEMPAT SOLATNYA SETELAH MELAKUKAN SOLAT.
Imam Ahmad meriwayatkan dari Abu Hurairah, bahawa Rasulullah SAW bersabda, ” Para malaikat akan selalu berselawat kepada salah satu di antara kalian selama ia ada di tempat solat di mana ia melakukan solat, selama ia belum batal wudhu’nya, (para malaikat) berkata, ‘Ya Allah ampunilah dan sayangilah ia’” (Al Musnad no. 8106, Syaikh Ahmad Syakir mensahihkan hadith ini)

Sombong atau Takabur

Oleh : Sugeng Jabri

SOMBONG atau takbur (takabbur) adalah sifat hati yang terkeji (madzmumi) dan merupakan satu daripada penyakit hati yang membawa akibat kebinasaan diri.

Pengertian tentang takbur dapat difahami daripada maksud beberapa hadis yang berikut :

· Rasulullah bersabda, “Dianggap sebagai takbur itu ialah menolak apa yang benar dan mengganggap hina kepada orang lain”. (HR. Muslim).

· Bersabda Rasulullah saw kepada sahabatnya, Abu Dzar : “Takbur itu meninggalkan kebenaran dan engkau mengambil selain kebenaran. Engkau melihat orang lain dengan pandangan bahawa kehormatannya tidak sama dengan kehormatanmu, darahnya tidak sama dengan darahmu”.

· Rasulullah saw bertanya kepada sekumpulan Sahabat, “Tahukah kamu, orang gila yang sebenar-benarnya?” Para Sahabat menjawab, “Tidak tahu, ya Rasulullah”. Lalu Rasulullah menjelaskan, “Orang gila ialah orang yang berjalan dengan takbur, memandang rendah kepada orang lain, membusungkan dada, mengharapkan syurga sambil membuat maksiat dan kejahatannya membuat orang tidak aman dan kebaikanya tidak pernah diharapkan. Itulah orang gila yang sebenarnya”.

Berdasarkan kisah di dalam al-Qur’an, makhluk yang pertama yang diserang dan menjadi mangsa penyakit takbur ialah iblis (la’natullah). Walaupun diperintah oleh Allah swt, iblis enggan menghormati Adam a.s (manusia dan nabi Allah yang pertama) kerana dia menganggap dirinya
lebih mulia daripada Adam. Katanya, “Aku lebih baik daripadanya (Adam). Engkau ciptakan aku daripada api, sedangkan dia Engkau ciptakan daripada tanah” (QS 7:12).

Iblis lalu dilaknati oleh Allah swt kerana sifat degil dan takburnya itu. Sekurang-kurangnya dua akibat kecelakaan yang menimpa Iblis kerana ketakburnya :

· Pertama, ia dimasukkan ke dalam golongan kafir. Allah Taala berfirman, mafhumnya: Ia (Iblis) enggan dan menyombong diri (takabbur) dan ia termasuk golongan yang kafir (QS 2:34).

· Kedua, ia dimasukkan ke dalam golongan orang yang terhina dan tidak layak tinggal di syurga. Allah berfirman, mafhumnya : Turunlah engkau dari syurga itu kerana tidak patut (tidak layak) bagimu menyombong diri di dalamnya, maka keluarlah. Sesungguhnya engkau
termasuk orang-orang yang hina. (QS 7:13).

Sifat takbur itu yang dapat dikesan daripada tutur kata dan perlakuan zahir itu berpunca daripada lintasan hati yang mengandungi rasa tinggi atau besar diri di samping merendahkan mertabat orang lain atau menolak kebenaran.

Mengikut Abu Yazid: “Seorang hamba itu selama masih mempunyai sangkaan, bahwa antara makhluk ada orang yg lebih buruk atau lebih jahat amalannya daripada dirinya sendiri, maka orang itu bersifat takbur”. Lalu Abu Yazid ditanya, “Bilakah seseorang itu dapat disebut sebagai tawadhuk?” Abu Yazid menjawab, “manakala ia tidak tahu bagaimana kedudukan serta keadaan dirinya sendiri”.

Lawan sifat takbur itu ialah tawaduk (tawadhdhuk atau dhi’ah), iaitu lintasan rasa rendah dan hina diri, termasuk pernyataan perbuatan dan lisan. Dengan menyuburkan sifat dan sikap merendah diri dan pasrah kepada Allah, seseorang akan dapat mencegah penyakit takbur dan juga ujub.

Tawaduk itu adalah sifat hati yang terpuji (mahmudi). Sifat ini membawa kemuliaan. Orang yang berkenaan akan mendapat kedudukan (darjat) yang tinggi di sisi Allah. Rasulullah saw bersabda, mafhumnya : Allah tidak akan memberi tambahan kepada seorang hamba kerana gemar memberi maaf kecuali kemulian, dan tiada seorang pun yang merendahkan diri kerana mengharapkan keridhaan Allah kecuali Allah akan memberi tingkat yang tinggi kepadanya (HR. Muslim).

Takabur dan tawaduk masing-masing ada kalanya bersifat umum dan ada kalanya bersifat khusus.

Orang yang merasakan tidak memadai dengan kerendahan atau kesederhanaan hidupnya dikatakan terjatuh ke dalam Takbur Umum. Sebaliknya, orang yang merasakan sudah berpada dengan keperluan hidup sekadar yang ada, walaupun yang rendah atau sederhana mutunya, dia termasuk dalam tawaduk umum.

Adapun Takbur Khusus bersifat tertutup, tidak mahu menerima, malah tidak bersedia untuk menerima kebenaran daripada orang lain.

Lawannya ialah Tawaduk Khusus yang bersifat terbuka, sentiasa melatih diri untuk menerima kebenaran tanpa mengira sama ada orang yang membawa kebenaran itu hina atau mulia. Untuk mempertahankan tawaduk umum, kita hendaklah sentiasa ingat pengalaman pahit yang pernah menimpa diri kita sejak mula dilahirkan dan sentiasa menginsafi diri kita sebagai hamba Allah, sekurang-kurangnya sebagaimana yang dikatakan oleh ulamak: “Asal kamu daripada setitik mani (nuthfah) yang hanyir. Akhir kamu menjadi bangkai (mayat) yang busuk. Dan, diantara keduanya, sepanjang hayat, kamu menanggung kekotoran (najis) di dalam perut kamu”.

Untuk mempertahan tawaduk khusus pula kita hendaklah sentiasa mengingati seksaan Allah Taala sebagai pembalasan, sekiranya kita menyeleweng daripada kebenaran dan berpanjangan di dalam kebatilan.

Berbeza dengan sifat-sifat hati lain yang hanya mencederakan amal ibadat dan memudaratkan perkara “cabang” sahaja dalam agama, takabur memudaratkan perkara “pokok”, mencederakan agama dan akidah.

Sekurang-kurangnya takbur mengakibatkan empat kebinasaan:

· terhalang daripada mendapat sebarang kebenaran dan buta mata hati dalam makrifat terhadap ayat-ayat yang mengandungi pengertian tentang hukum dan hikmat Allah. Allah Taala berfirman, mafhumnya: Aku akan memalingkan mereka dari ayat-ayat-Ku orang yang menyombongkan dirinya (takbur) di muka bumi tanpa alasan yang benar. (QS 7:146) Demikianlah Allah menguncikan hati setiap orang yang takbur lagi sewenang-wenang. (QS 40:35)

· dimurkai dan dibenci oleh Allah Taala, sebagaimana firman-Nya yang bermaksud: Sesungguhnya Allah tidak suka kepada orang yang membesarkan dirinya (takabur). (QS 16:23) Diriwayatkan : Nabi Musa a.s telah bertanya kepada Allah, “Hai, Tuhanku. Siapakah di antara makhluk-Mu yang paling Engkau murkai?”. Allah Taala berfirman, mafhumnya: Orang takbur hatinya, kasar lidahnya, terkelip-kelip matanya, bakhil tangannya dan jahat perangainya”.

· mendapat kehinaan dan deraan di dunia sebelum di akhirat. Bermadah Khatimul-Asham, “Jauhkan dirimu daripada mati dalam tiga keadaan, iaitu takabur, loba (tamak) dan ujub. Sesungguhnya, orang yang takbur itu tidak dikeluarkan oleh Allah Taala dari dunia sehingga dia diperlihatkan dulu penghinaan ke atasnya kepada sekurang-kurangnya keluarganya sendiri. Orang yang loba tidak dikeluarkan dari dunia melainkan setelah merasa amat memerlukan secebis roti dan seteguk air kerana terlalu lapar dan dahaga tetapi tak lalu ditelannya. Dan, orang yang ujub juga tidak dikeluarkan dari dunia melainkan setelah diperlihatkan dirinya bergelumang dengan air kencing dan tahinya sendiri”. Gambaran penghinaan di akhirat pula terdapat dalam hadis daripada Abu Hurairah r.a. Katanya, Rasulullah bersabda : “Orang-orang yang sombong, keras kepala dan takbur, akan dikumpulkan pada hari kiamat seperti kumpulan semut, dipijak-pijak oleh manusia kerana hinanya mereka di sisi Allah Ta’ala”.

· diseksa di akhirat dan dimasukkan ke dalam neraka, sebagaimana firman Allah Taala (tersebut dalam Hadis Qudsi), mafhumnya: Kebesaran itu selindang-Ku dan ‘adzmat (keagungan) itu kainku. Sesiapa merebut salah satu daripada yang dua itu, Aku masukkan dia ke neraka Jahannam.
Rasulullah bersabda : “Tiada akan masuk syurga orang yang ada di dalam hatinya seberat biji sawi daripada sifat takbur” (HR. Muslim).
Mengikut hadis yang lain, Rasulullah bersabda : “Wahai Abu Dzar, barangsiapa mati dalam keadaan hatinya ada sebesar debu sahaja dari sifat takabur, dia tidak akan tercium bau syurga kecuali apabila aia bertaubat sebelum maut menjemputnya”.

Biasanya faktor yang menimbulkan rasa takabur di hati seseorang itu ialah sesuatu kelebihan atau keistimewaan yang dimilikinya. Banyak faktornya. Antaranya sebagaimana yang disenaraikan oleh Imam al-Ghazali, iaitu : Ilmu, ibadah / amal, keturunan, kejelitaan atau ketampanan rupa paras, kekayaan harta benda, kekuasaan / kekuatan dan ramai pengikut / kaum keluarga.

Demikianlah, memang sudah jelas sekali, sebagaimana yang telah pun berlaku. Iblis menjadi takbur kerana faktor keturunannya (asal kejadiannya), Fir’aun kerana kekuaasaannya dan Qarun kerana hartanya.

Jadi, sesiapa yang memiliki kelebihan atau keistimewaan dalam hal-hal yang tersebut, hendaklah berhati-hati agar tidak terhanyut di lautan ghaflah atau menjadi lupa daratan sehingga hatinya dihinggapi penyakit takbur.

Wallahu a’lam.

Sumber : Sugeng Jabri Group Para Sugeng

Powered by WordPress | Free T-Mobile phones at BestInCellPhones.com. | Thanks to Verizon Wireless, Facebook Games and The diet solution